eNtah kenapa tiba-tiba terdengar kabar kalau kau hendak pindah mengikuti jejak ayahmu ke Jakarta. Bu guru tak tahu sama sekali dan rasanya kok tak ada tanda-tanda kalau kau kan pergi jauh dan lama atau mungkin tak kembali ke kota Semarang lagi.
Teman-temanmu ramai, mereka bilang "bu, dhira mau pindah lho." Bu guru tak percaya jika itu tidak keluar langsung dari mulut mungilmu.
Suatu saat, bu guru coba berdialog denganmu karena ingin memastikan apa yang teman-temanmu katakan. "Putriku sayang nan sholihah, apa benar ayah mau pindah ke Jakarta?", tanyaku ingin tahu.
"Ya, bu. kerja ayah dimutasi ke Jakarta, tapi mamah bilang perpisahannya nanti aja kalau semuanya sudah pasti." mulut mungilnya mulai bergerak dengan ringan dan pelan.
Ya detik-detik itu muncul juga, waktu perpisahan tiba. Semua melantunkan lagu sedih, sedih, dan sedih. Haru, pilu, duka, lara atau entah...putriku yang sholihah 4 'Aisyah gempar. Semua mata tertuju ke arah kelas yang teduh ini.
Putriku, bu gurumu tak sanggup untuk menumpahkan rintik-rintik hujan yang nanti dapat membanjiri relung hatimu hingga kau tak sanggup membendungnya.
Putriku tersayang dan tercinta, "Sesama Muslim itu bersaudara". Dan kau sudah melalui masa itu, mesti terkadang bu guru merasa aneh. Apa ya ?...
Putriku, perpisahan itu bukan berarti berpisah 'tuk selamanya. Percayalah, jasad boleh berpisah tapi do'a-do'a yang kau panjatkan 'tuk saudaramu yang jauh disana akan senantiasa Allah sampaikan kepadanya.
"Fawatstsiqillahumma robithotaha, Ya Allah ikatkanlah hati-hati kami dalam naungan kasih sayangMU."
Rabbi, bahagiakan putri kami disana.
"Laisal firoq lil firoq walakinnal firoq lisysyauq"
Teman-temanmu ramai, mereka bilang "bu, dhira mau pindah lho." Bu guru tak percaya jika itu tidak keluar langsung dari mulut mungilmu.
Suatu saat, bu guru coba berdialog denganmu karena ingin memastikan apa yang teman-temanmu katakan. "Putriku sayang nan sholihah, apa benar ayah mau pindah ke Jakarta?", tanyaku ingin tahu.
"Ya, bu. kerja ayah dimutasi ke Jakarta, tapi mamah bilang perpisahannya nanti aja kalau semuanya sudah pasti." mulut mungilnya mulai bergerak dengan ringan dan pelan.
Ya detik-detik itu muncul juga, waktu perpisahan tiba. Semua melantunkan lagu sedih, sedih, dan sedih. Haru, pilu, duka, lara atau entah...putriku yang sholihah 4 'Aisyah gempar. Semua mata tertuju ke arah kelas yang teduh ini.
Putriku, bu gurumu tak sanggup untuk menumpahkan rintik-rintik hujan yang nanti dapat membanjiri relung hatimu hingga kau tak sanggup membendungnya.
Putriku tersayang dan tercinta, "Sesama Muslim itu bersaudara". Dan kau sudah melalui masa itu, mesti terkadang bu guru merasa aneh. Apa ya ?...
Putriku, perpisahan itu bukan berarti berpisah 'tuk selamanya. Percayalah, jasad boleh berpisah tapi do'a-do'a yang kau panjatkan 'tuk saudaramu yang jauh disana akan senantiasa Allah sampaikan kepadanya.
"Fawatstsiqillahumma robithotaha, Ya Allah ikatkanlah hati-hati kami dalam naungan kasih sayangMU."
Rabbi, bahagiakan putri kami disana.
"Laisal firoq lil firoq walakinnal firoq lisysyauq"
SELAMAT BERPISAH DAN BERJUANG PUTRIKU, ALLAH BERSAMAMU
ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!

Akan terjalin silaturrahim abadi bila kita rajin salin mengunjungi...dan berbagi CAHAYA
BalasHapushttp://sdiroushonfikr.blospot.com