BANGKITLAH PUTRIKU SHOLIHAH, HARAPAN ITU MASIH ADA

Rabu, 18 Maret 2009

CERPEN : Boni, Takut Malam

Pada pagi hari, Boni berangkat sekolah. Setelah sampai di sekolah, Boni menyiapkan pelajaran pertama. Pelajaran pertama adalah PAI. Guru yang mengajar PAI adalah bu Daniroh, ia terkenal sangat ramah dan baik.
"Assalamu'alaikum, anak-anak", sapa bu Daniroh.
"Wa'alaikumsalam", jawab anak-anak.
"Anak-anak, hari ini kita akan belajar qiyamullail. apa itu qiyamullail ?", tanya bu Daniroh. Anak-anak terdiam malu karena mereka tidak tahu apa itu qiyamullail.
"Qiyamullail adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari", kata bu Daniroh.
Karena penasaran, aku mengacungkan jari.
"Bu, hukum dan waktunya ?", tanyaku.
"Hukumnya adalah sunnah muakkad, waktunya antara setelah isya dan sebelum shubuh", jawab bu Daniroh.
"Lalu rakaatnya berapa ?", tanya radit.
"Rakaatnya, minimal 2 dan maksimal 10 rakaat. Sholat tahajjud ditambah 1 rakaat witir", tambah bu Daniroh.
Bel pulangpun berbunyi. Kring...kring...kring...
Saatnya pulang aku segera pulang.
Di tengah perjalanan, aku berpikir, kalau nanti malam aku ingin bangun dan sholat qiyamullail.
Sorepun berlalu, dan malampun tiba. Aku segera sholat isya dan tidur. Aku memasang jam bekker yang kutunjukkan pukul 03.00. Aku tidur dengan nyenyak.
Kring...kring...kring...
Aku terbangun dari tidurku dan aku segera mengambil air wudhu. Aku segera sholat tahajjud 2 rakaat. Ketika sedang sholat, tiba-tiba saja aku mendengar suara.
"Ih...ih...ih...ih...ih...ih", lalu didepanku ada putih-putih berambut panjang. Aku segera melihatnya, lalu aku berteriak, "A.............................KUn...kun...kuntilanak.........!", teriakku dengan ketakutan. aku segera berlari menuju kamar dan segera menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
Paginya, aku bangun kesiangan, mamah membangunkanku, tetapi aku mengira kalau mamah kuntilanak.
"Boni...Boni...bangun", gugah mamah.
"A...a...a kuntilanak!", teriakku.
Akupun segera menutup selimut kembali.
"Kamu kenapa ?", tanya mamah.
"Pergi kamu...jangan ganggu aku !", teriak Boni.
"Boni, ini mamah, sadar Boni!", tegas mamah.
Akupun membuka selimut perlahan-lahan, ternyata mamah.
"Mamah...aku takut !", seraya memeluk bahagia.
"Iya, kamu kenapa?", tanya mamah penasaran.
Akhirnya, aku ceritakan semua kejadian semalam dengan mamah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar