BANGKITLAH PUTRIKU SHOLIHAH, HARAPAN ITU MASIH ADA

Rabu, 20 Mei 2009

CERMIN DIRI : HIkmah Ibnul Jauzi Rahimahullah


WASIAT TAK TERNILAI


Para ulama tidak pernah mati. Mereka mungkin mati secara jasad, tapi pemikiran dan gagasannya akan selalu hidup. Merekalah para guru yang telah banyak meninggalkan jejak dan catatan hidup. Mereka orang-orang yang lebih banyak belajar bekerja daripada belajar berbicara. Mereka para ulama yang kejernihan hatinya menjadikan jernih memandang keadaan. Mereka para pewaris Rasulullah Saw yang ketajaman pikirannya membuat penilaiannya selalu tak pernah lepas dari tuntunan Allah Ta’ala.

Tidak banyak para pendahulu kita yang memiliki kebaikan-kebaikan seperti itu. Satu diantara yang sedikit itu adalah guru kita Syaikh Ibnul Jauzi rahimahullah. Ia adalah salahsatu ulama salaf ahli hadits., fiqih dan pendidikan yang pandangannya tertuang dalam banyak kitabnya, Shaidul Khatir, menyebutkan petikan-petikan pengalaman dan catatan hidupnya yang sangat dalam maknanya.

Saudaraku, bayangkanlah bila kita saat ini berada di hadapan Syaikh yang ilmu serta peranganinya sangat dihormati itu. Kita ingin menghirup dan menelan sedikit dari pengalamannya yang tertuang dalam kitab Shaidul Khatir.

Dalam kitab itu, Ibnul Jauzi berkata pada dirinya : ”Suatu ketika, jiwaku mengelabuiku untuk memenuhi keinginannya dengan memunculkan penafsiran lintasan pikiran yang keliru. Maka kukatakan pada jiwaku : ”Demi Allah hendaknya engkau bersabar. Jika engkau menginginkan sesuatu yang timbanglah hasil sesuatu itu, lalu renungkanlah apa akibat dan apa manfaatnya. Sedikitkanlah kemungkinan engkau menyesali apa yang engkau perbuat. Jangan sampai pekerjaan itu akan menambah kemarahan Allah dan menjadikan Allah menolakmu.

”Ketahuilah wahai jiwaku, tidak ada sesuatu yang terjadi karena kecorobohan. Timbangan keadilan itu akan bisa menangkap biji yang sangat kecil sekalipun. Renungilah orang-orang yang sudah mati dan yang masih hidup. Lihatlah siapakah orang-orang yang diingat kebaikannya dan keburukannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Cepat dalam Menghisab.”

Saudaraku, jangan beranjak dulu. Ikuti lagi pengalaman yang dikatakan Syaikh Ibnul Jauzi rahimahullah.

”Aku pernah merasa tertekan dengan masalah yang telah menjadikanku selalu dalam kegelisahan. Aku berusaha sekuat tenaga agar terlepas dari jeratan kegelisahan itu. Tapi usaha yang kulakukan itu sia-sia. Lalu aku membaca firman Allah ini : ”Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka ia akan diberikan jalan keluar dan diberi rizki dari arah yang tidak diduga-duga.” (Ath Thalaq)

”Aku mengerti bahwa ketaqwaan merupakan jalan keluar dari seluruh kegelisahan. Maka selama aku ada di jalan menuju taqwa, pasti kudapati jalan keluar dalam menghadap masalah apapun. Seorang makhluk tidak boleh menyandarkan diri kecuali pada Allah. Allah lah yang akan mencukupinya. Seseorang bisa melakukan usaha apapun, akan tetapi hatinya tidak boleh bergantung pada usaha itu. Hati-hatilah melanggar batasan Allah sehingga engkau menjadi hina dihadapan Allah dan kecil dihadapan makhlukNya”

Aku menemukan orang yang usianya disumbangkan untuk ilmu hingga ia tua. Tapi ia melanggar larangan Allah, maka jadilah ia dihinakan oleh Allah dan dikecilkan oleh makhluk Allah. Mereka tidak menoleh padanya meskipun ia orang yang luas ilmunya, kuat argumentasi dalam berdebat. Aku juga melihat ada orang yang berhati-hati dan merasa diawasi oleh Allah dalam hidupnya. Ia juga mengutamakan tuntunan Allah meski ia tdak sebanding ilmunya dengan orang alim tadi. Tapi Allah meninggikan kehormatannya dalam hati makhluk-Nya sehingga ia dicintai banyak orang yang karena kebaikannya.

”Aku pernah mengalami kesulitan dan kepayahan. Kemudian aku perbanyak do’a untuk memohon keselamatan dan ketenangan, tapi tampaknya do’aku tak kunjung dikabulkan sebagaimana harapanku. Jiwaku gelisah, lalu kukatakan padaNya dengan keras : ”Celakalah engkau, periksalah keadaanmu. Apakah engkau ini budak atau raja ? Tidakkah engkau tahu bahwa dunia adalah tempat ujian ? Jika engkau ingin mendapat apa yang kau inginkan kemudian tidak bersabar tatkala engkau belum mencapainya, dimanakah ujian hidup itu jadinya ? Engkau telah menginginkan sesuatu yang engkau tidak tahu akibatnya. Padahal bisa saja sesuatu itu justru membahayakanmu. Allah berfirman : ”Bisa saja engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu dan bisa saja engkau mencintai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Dan Allah yang Maha Mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui.” (Al Baqarah : 216)

”Aku mengambil manfaat dari pengalaman hidup, bahwa seseorang hendaknya tidak menampakkan permusuhan pada orang lain, sebisa mungkin. Karena seseorang mungkin tidak menyangka bila ia memerlukan orang itu untuk memberi manfaat bagi kita, setidaknya ia bisa menghindarkan bahaya.”

Saudaraku, demikianlah petikan pengalaman hidup seorang yang shalih. Betapa banyak dan dalam makna yang diungkapkan dalam perkataan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah. Sungguh inilah wasita dan peninggalan yang tak ternilai. Inilah sebagian cahaya yang seharusnya kita pegang dalam meniti hidup.

Al Imam Ibnul Jauzi Abu Al Faraj, yang nasabnya terhubung dengan sahabat Rasulullah Saw yakni Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu anhu, wafat pada malam Jum’at tanggal 12 Ramadhan 597 H / 1201 M pada usianya hampir mencapai 90 tahun. Ia dimakamkan di Babul Harb dekat dengan makam Imam Besar Ahmad bin Hanbal.

Semoga Allah memberikan balasan padanya karena berbagai ilmu yang ia tinggalkan. Semoga kita diberi kekuatan tekad dan mampu mengikuti jejak para salafussholeh.

Kasih Cinta Q, teruntuk Saudaraku........................



Teruntuk Saudaraku


Nanti suatu saat, jika kau merasa sendiri

Jika kau tidak tahu hendak kemana

Jika kau bingung untuk menemukan suatu jawaban

Jika kau sudah mencari teman berbagi tapi tak kau temukan

Atau jika kau sulit membaginya ..........................................

Karena engkau tak mau membebani orang-orang yang kau cintai

Maka disini ada beberapa hal yang mungkin dapat membantumu

Jika kau merasa lelah tak berdaya

Dari usaha yang sepertinya sia-sia ................................................

Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu merasa sedih

Allah sedang menunggu bersamamu

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya

Dan tidak tahu hendak berbuat apalagi

Allah punya jawabannya

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal

Dan kau merasa tertekan Allah dapat menenangkanmu

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak jejak harapan

Allah sedang berbisik kepadamu

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban

Allah telah tersenyum kepadamu

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi

Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat ............................................

Bahwa dimanapun kau dan kemanapun engkau menghadap

Allah Maha Tahu !!!!!!!!!!!!

Sesungguhnya disekitar ’Arsy terdapat mimbar – mimbar dari cahaya

Yang diatasnya terdapat suatu kaum yang menggunakan

Pakaian cahaya, wajah mereka bercahaya

Tahukah engkau siapa mereka ???

Mereka bukan Nabi juga syuhada

Tapi mereka adalah ....................

Segolongan orang yang saling menjalin cinta kasih karena Allah

Saling bermajelis karena Allah

Dan saling mengunjungi karena Allah semata

Semoga kita termasuk golongan itu

Aamiin .......................................................