BANGKITLAH PUTRIKU SHOLIHAH, HARAPAN ITU MASIH ADA

Rabu, 29 April 2009

RENUNGAN SAMBUT RAMADHAN TAHUN INI, SAUDARAKU...

Ramadhan bagi seorang ikhwah adalah Bulan Pembangunan Karakter. Karakter yang tinggi dengan ketrampilan yang lemah, maka ia akan semakin kuat dengan karakternya begitu juga sebaliknya.
Karakter itu sendiri adalah Sifat mapan yang ada dalam diri seseorang.
Gambarannya adalah bahwa seorang ikhwah yang sudah banyak beraktivitas, selayaknya menyediakan waktu untuk tarbiyah dzatiyah dan memutaba'ahinya di tengah kesibukan. Peningkatan dzikrullah dan rasa syukur kepada Allah harus semakin diperkuat.

Adapun karakter-karakter yang diharapkan disini adalah :
  • Karakter yang berahli syurga, yaitu karakter yang senantiasa sadar bahwa Ramadhan adalah saran WARMING UP (sarana untuk mensucikan dari akhlak mazmumah menjadi akhlak mahmudah seperti : mudah memberi maaf, berlapang dada, mudah meminta maaf, dan tidak mudah berapriori.
  • Tidak menghinakan dirinya dengan kecintaan terhadap dunia yang berlebihan, karena ini jelas-jelas fitnah bagi ummat Muhammad Saw.
  • Suka ber ta'awun
  • Tidak mudah lupa diri/terlena dengan yang sudah didapat, maka diperlukan salamatus shadr dan ber empati tinggi terhadap setiap situasi dan kondisi di masyarakat.
SEMOGA ALLAH MENGAKHIRKAN HAYAT KITA DENGAN KHUSNUL KHOTIMAH, AAMIIN.

K E M E N A N G A N !

Orang-orang yang tidak berselera terhadap perubahan, diantaranya :

1. karena orang tersebut telah merasa aman dan mapan dengan apa yang ada di depan mata. bergerak sesaat untuk memuaskan kebutuhan sesaat pula. adapun dakwah tidak mengenal waktu. dakwah tidak kenal henti sampai pun nyawa terlepas dari jasad.
2. Merasa terjamin dengan apa yang sudah diraih. Selesai masanya, maka selesai pula tugasnya. tidak ada follow up untuk pengembangannya.
3. Semangat yang berlebihan, sehingga kala terbentur dengan aral sedikit hatipun langsung luluh lantak, daya imunitas tidak kuat hingga lemahlah segala potensi diri untuk dakwah ini. virus ragupun menghinggap, hingga futhurpun mengiringi langkah. jika ikhwah disekitarnya tidak mampu mem back up, maka hilanglah ia ditelan bumi. selanjutnya, fitnah akan datang...
4. Pesimis. dia merasa perubahan dianggap sebagai sumber kesulitan yang sangat mengesalkan dan menjengkelkan.

Untuk itu, ingatlah hal-hal di bawah ini :
  • Sadarkan diri kita bahwa kita selalu disiapkan untuk menjadi agent of change
  • Sadarkan diri kita bahwa kita punya kewajiban amar ma'ruf nahi mungkar
  • Siapkan ruang luas dan bebas untuk ber ekspresi dalam dakwah
TABASSUMUKA FII WAJHI AKHIKA SHODAQOH

Do'a : Bila tiba Saatnya.....


Bila tiba saatnya...

Ya Rabbi, bila tiba saatnya nanti...
Ku tak tahu apa yang kan terjadi...
Tapi yang pasti aku harus yakin dengan seyakin-yakinnya
Bahwa Engkau berkuasa atas segala sesuatu
Karna Engkau Pemilik Kekuasaan di muka bumi ini

Ya Rahman Ya Rahim
Bila tiba saatnya nanti...
Entah apapun itu bentuknya...
Ku ingin menerimanya dengan penuh keikhlasan dan keistiqomahan
Karna Engkau telah memutuskan semuanya untukku

Ya Ghoniy Ya Mughniy
Bila tiba saatnya nanti...
Aku ingin semuanya membawa kemaslahatan bagi siapapun
Aku ingin semuanya menyatu menjadi barisan yang kokoh
Karna Engkau sangat menyukai orang-orang yang senantiasa tersusun rapi dalam barisannya

Ya Malikul Quddus
Bila tiba saatnya nanti...
Berikanlah keridhoanMu selalu untuk kami
Karna kami yakin seyakin yakinnya bahwa tanpa Engkau semuanya impossible
Ijinkanlah dan perkenankanlah kami...
Perkenankan kami untuk melangkah ke MITSAQON GHOLIDHON

Rabbi...Ya Robbi...
Jauhkanlah dan buanglah sejauh-jauhnya sesuatu yang membuatMu cemburu
Cemburu karena kami telah mengkhianatiMU
Cemburu karena virus itu telah merasuk kedalam relung hati kami
Sucikan kami Rabb

Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.

Selasa, 28 April 2009

Cintaku untuk Bunda Seorang.....

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi wabarakatuh,

Bunda,
Saat bunda membaca
surat ini, ketahuilah bahwa kami sangat bersyukur kepada Allah karena Dia memberikan pada kami berjuta bunda yang memiliki cinta yang berlimpah. Rela meregang nyawa demi kelahiran ananda tercinta, rela berkorban bagi kebaikan seluruh anggota keluarga.

Bunda,
Sepanjang sejarah kehidupan manusia para bundalah yang paling banyak menanam jasa. Hingga Rasulullah Saw memerintahkan setiap manusia untuk menghormati bundanya tiga kali lipat lebih besar daripada ayahnya sendiri. Di bawah telapak kaki bundalah surga terletak.

Bunda,
Kami, Partai Keadilan Sejahtera, sangat meyakini bahwa bunda adalah peletak dasar pendidikan ruhani dan moral dalam keluarga dengan penuh keikhlasan dan cinta. Para bundalah yang melatih kami untuk hidup bersih dan sehat, menggemari membaca dan menuntut ilmu, memelihara martabat diri, keluarga dan bangsa serta bertanggung jawab pada Sang Pencipta.

Bunda,

Tak terhingga cinta para bunda tercurah bagi seluruh anak bangsa. Dari keikhlasan untuk menebar cinta dan membimbing keluarga lahirlah generasi yang siap untuk membangun bangsa ini dengan penuh cinta dan hanya mengharap ridho Allah semata.

Kiranya, kami haturkan rasa terima kasih yang tak berhingga bagi seluruh bunda yang telah menebar cinta, mendidik generasi pembangun bangsa.

Selasa, 14 April 2009

CARA MEMPERSIAPKAN DIRI AGAR ISTIQOMAH TERJAGA

SALAM SEJAHTERA DARI KAMI SAUDARAKU DIMANAPUN BERADA,

3 kriteria khoiru ummah, diantaranya:
1. karena ber amar ma'ruf
2. karena nahi mungkar
3. karena beriman

Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baik amal adalah di penghujung/akhirnya."

Dalam Al Qur an surat Ali Imron ayat 102, Allah berfirman yang artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
Untuk itu saudaraku, diperlukan ke istiqomahan sebelum ritme perjuangan kita sampai pada tujuan. Karena pertahanan amal di penghujungnya sama dengan peningkatan ruhiyah.

Cara untuk meraih FASTAQIM KAMAA UMIRTU adalah :
1. Keikhlasan
2. Keimanan
3. Membekali diri dengan meningkatkan ketakwaan
4. Bersegera untuk menghimpun ampunan dari Allah
5. Mujahadah

ad.a). energi yang tak pernah habis ditelan apapun adalah keikhlasan. Hakikat dari Ikhlas itu sendiri adalah ketika kita mengucapkan "INNA SHOLATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMAMATI LILLAHI RABBIL 'ALAMIIN".

Terdapat 3 (tiga) macam manusia dalam memandang tujuan hidup, diantaranya :
# tidak memiliki pandangan hidup yang jelas, maksudnya hidup - mati urusan waktu, hidup tak punya visi mis alias NGAWUR N SEMRAWUT.
# KAL AN'AAMI BALHUM ADHOLLU,
maksudnya tidak memiliki pembeda antara hak dan bathil, semua diterjang dan berang bahkan lebih berang dari binatang.
# Memiliki pandangan hidup yang jelas
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu" (QS. Adz Dzariyat : 56)

To Be Continued saudaraku...


Minggu, 12 April 2009

Pertemuan kami denganmu...

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, pertemuan yang sangat tidak terduga.
Pagi itu, gurumu sedang kesana kemari mempersiapkan agenda Direct Selling terakhir dari pagi sampai malam. melelahkan memang tapi mengasyikkan. sebuah perjalanan yang tidak akan pernah terlupakan. apalagi hasil yang harus dicapai belum maksimal.

Gurumu memang sangat merindukanmu. tapi, kau datang di saat hari-hari kami bersedih karna kau belum bisa adaptasi di tempat barumu hingga raport kepribadianmu mendapat nilai C. astaghifirullahal 'azhim.

Gurumu menawarkan sebuah perjanjian jika engkau ingin bersua dengan teman-teman. Gurumu sangat tahu ini merupakan surprise yang tidak terhitung nilainya dari buah tangan yang kau bawa untuk teman-temanmu di Semarang.

Kami lawan semua duka yang sudah mulai menyeruak di hati dan pelupuk mata.
Kami yakin, Allah akan senantiasa memberikan kesempatan yang baru bagi langkah-langkah baru yang kita tapaki.

PUTRIKU, JANGAN KAU SIA-SIAKAN HARI-HARIMU DENGAN DUKA KARENA BEDA SAUDARA. REMEMBER, ALMUSLIMU AKHUL MUSLIM.
BERJUANGLAH UNTUK MASA DEPANMU DAN TATAPLAN PELANGI INDAH YANG SENANTIASA MENGHIASI HARI-HARIMU.
ESOK INSYA ALLAH AKAN SEINDAH DARI KEMARIN.

BERJUANGLAH, KAU PASTI BISA, ALLAHU AKBAR 1000X

Salam Pasca Pemilu Legislatif

Salam sejahtera dari kami Partai Keadilan Sejahtera Saudaraku se jagat raya.
Tanggal 9 April 2009 telah berlalu, tapi semangat perjuangan untuk terus melaju sampai pada titik Ustadziyatul 'alam takkan kenal henti.
Perjuangan akan terus bergerak dan bergerak hingga ajal meregang nyawa.
Saudaraku, tetaplah tapaki hari-harimu dengan basuhan air wudhu dan gumaman dzikir yang suci.

Allah tidak buta dan tidak pula tuli, teruslah melaju. Laa Tahzan Allahu Ma'akum.
Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.