BANGKITLAH PUTRIKU SHOLIHAH, HARAPAN ITU MASIH ADA

Jumat, 17 Juli 2009

HARI BAHAGIA QOBLA PILPRES


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh saudaraku dimanapun berada dan dibelahan bumi manapun. Rindu rasanya karena lama tidak berbagi suara hati lewat blog ini.

Masa berlalu menjadi suatu kegembiraan dikala hati telah berlabuh kemanapun tiada henti untuk senantiasa memohon dan merajuk pada Sang Kekasih Hati yang tiada pernah fana sedikitpun, tiada berduka dan bermuram durja kala setiap hati pasrah dan tunduk mengharap kasih sayang dan limpahan keberkahan.

Relung hati ini takkan pernah berhenti untuk senantiasa mengharap kebaikan dari sang Kekasih. Begitu juga kehidupan ku yang kata sebuah nasyid "TEMAN SEJATI", syairnya mungkin seperti ini : "Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci" berbuah masak dan bergayung sambut. Disaat hati ini telah penuh dengan kepasrahan pada sang Kekasih, kabar gembira pun menghampiri diri fana ini. Sebuah hadiah yang tidak ternilai harganya, meluap hingga menjalar ke setiap detak-detak nadi dan terkumpul menjadi sebuah energi baru untuk membangun kejayaan ummat hingga akhir hayat.

Saudaraku, do'akan kami yang telah melangsungkan ikatan yang kokoh di depan para saksi, malaikat, dan kaum muslimin pada hari ahad tanggal 05 Juli 2009 bertempat di kediaman orangtua yaitu kota tegal bahari pada jam 11.00 siang setelah sebelumnya diisi dengan rangkaian agenda seserahan, lamaran, dan entah apa lagi. Karena aku sendiri harus mempersiapkan jasad, ruh, dan akal dalam menjalani kehidupan setelahnya.

Saudaraku, berita itu cukup lembut dan tenang hingga setiap orangpun datar-datar saja akan kehadiranku yang sebenarnya hidupku sudahlah berada dalam genggaman Ar Rijal Qowwam 'alannisaa. Tiada daya dan upaya kecuali atas ijin Allah semata. Ya Rabb berkahilah pernikahan kami dan berikanlah penyejuk hati yang senantiasa mengharap ridho Mu dan menjadi yang best of the best dalam kehidupannya dunia dan akhirat. Aamiin.
Rabb perkenankanlah permohonan kami.
Kebahagianpun menyeruak dalam setiap relung hati kami, dan sabarkanlah serta istiqomahkan kami dalam menapaki lika-liku hidup yang tiada menentu arahnya.

Saudaraku, kamipun berharap kau bersegera dalam menggenapkan setengah dien mu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar